Minggu, 07 Februari 2010

Knowing 5 skandhas, next so what?

Anicca dukkha anatta, hukum 4 kesunyataan mulia dan 5 skandha, pengajaran ini untuk melepaskan kemelekatan keakuan, bukan sebaliknya untuk dilekati (kemelekatan sebagai kebenaran logika), yang selama ini dilakukan/dikerjakan oleh umat adalah seperti itu saja. tetapi ini adalah pengetahuan untuk menuju sehingga dapat menyadari kenyataan kebenaran sifat-sifat aku duniawi yang diakui sebagai keberadaan 'aku' oleh manusia awam (yang belum tercerahkan) dimana sehingga umat/awam dapat menyadarinya dan tidak lagi melekat/terpaku/bertumpu/mengandalkan/menggenggam erat pada keakuan tersebut sehingga dapat membebaskannya/melepasnya dan menuju jalan lebih lanjut kepada (pengetahuan) pencapaian pembebasan yang sesungguhnya (Nibanna).

sehubungan dengan segala teori, diskusi atau perdebatan tentang pikiran, meditasi, pengamatan, sati, pengetahuan pencapaian kebijaksanaan diri, bahkan tentang 'sunya' (saya tidak gunakan kata kekosongan), tentang pengetahuan ketiadaan-diri, bahkan dengan alasan sehubungan hanya penyusunan 5 skandha, dan pengusaan pengetahuan tentang 5 skandha oleh umat yang pandai atau rohaniawan. jika anda tahu/mengusai tentang pengetahuan jalan proses 5 skandha, apakah anda memang benar-benar sudah terbebas klo begitu? why?

mengapa saya menimbulkan perdebatan seperti ini, lihat pada sehubungan dengan tulisan saya pada paragraf awal.


Itulah dimana yang masih duniawi berada.
menaiki perahu bahkan masih berada di dataran pasir pantai,
memiliki semangat, mendayung-dayung, mata tertuju kepada tujuan pantai seberang,
tetapi diri lupa membebaskan semuanya dari pasir pantai.
apalagi malah-malah jika diri didalam perahu yang (masih) terikat (tidak melepaskan) oleh
perangkap jerat tali pada pohon (pohon-pohon) dunia yang kuat.

0 komentar:

Poskan Komentar