Jumat, 20 November 2009

apa itu kutuk karma dan berkat?

salam kenal...
aku baru gabung....
aku umat kristiani.... mau nanya tentang ajaran buddha... untuk tugas kuliah.

begini pertanyaannya...
kalo di kristen dikenal Berkat dan Kutuk, kalau di Muslim dikenal rahmat dan laknat/kutuk. Gimana kalo di agama buddha apakah ada juga..? ataukah karma baik dan buruk itu sama dengan berkat dan kutuk...?


-------------------

apa itu kutuk, karma dan berkat? (yang) universal atau duniawi?
Anicca dukkha anatta, ketidak-kekalan, kelapukan, kebinasaan (kutuk) berbeda dengan Nibanna, kekekalan/kesempurnaan (berkat).
itu hukum universal, melingkupi semuanya.

tetapi berlaku sebagai seolah-olah TUHAN, The Almighty GOD,
banyak tuan-tuan dunia yang dengan kekuatan dan kekuasaan dunianya yang memberikan berkat dan kutuk kepada makhluk-makhluk duniawi juga.
kepada mereka yang mengikuti (penyembah), menghamba,
atau kepada mereka, para penentang.

karma adalah hukum tabur tuai usaha jalan dunia.


semoga dapat melihat perbedaannya.

segala yang duniawi , Anicca dukkha anatta.

segala yang duniawi, Anicca dukkha anatta.
ketidak-kekalan menimbulkan ketidak-mapanan, menimbulkan ketidak-nyamanan, menimbulkan lobha (keserakahan), menimbulkan dosa (kemarahan (ketakutan), tidak memiliki apa yang dimiliki selamanya), berbalik lagi semakin menebalkan moha (kebodohan/kegelapan/kesesatan batin), menebalkan tanha (seperti seseorang meminum air asin), lebih lagi menimbulkan kemelekatan kepada ketidak-kekalan dan seterusnya dan seterusnya kembali ke awal tulisan.

komentar ' you were warned ', film 2012 .

'dapat mempengaruhi pemikiran orang',
'dapat menggoyahkan iman!', katanya.

----------------------

bisa juga sih, karena film ini diribut-ributkan kiamat atau akhir jaman, sehingga mempengaruhi penonton membuat takut (gentar) lalu bersungguh-sungguh mempersiapkan diri dan menyelidiki tentang akhir jaman pada kitab suci masing-masing, yang pada akhirnya akan dihubungkan atau dikaitkan kepada 'Nabi ISA AS' yang akan datang, menaklukan si jahat dan mempunyai otoritas sebagai hakim akhir jaman atas segala kehidupan.
yang pada akhirnya dihubungkan lagi atau berhubungan lagi kepada 'YESUS KRISTUS' yang bisa menggoyahkan keimanan yang selama ini dipertahankan dijaga dengan segala daya upaya.

kalau di dalam kekeristenan, kisah proses kejadian akhir jaman lengkap loh ditulis di 'kitab WAHYU'.
kalau di kitab-kitab yang lain ada gak.. yah kisah prosesnya selengkap 'kitab WAHYU'?

Kamis, 19 November 2009

karma bagi (segala) duniawi , tetapi takdir manusia itu Nibanna

Karma,

Bagaimana pandangan anda tentang karma ? Kalau itu diterapkan dengan orang-orang suci. Apakah mereka itu menerima karma ?

Apakah Buddha menderita gara-gara pilihannya ? Karma ? Takdir ?

Takdir = karma ?


-----------------

karma itu hukum tabur tuai, segala perbuatan jalan usaha (kekuatan/kehendak) manusia (duniawi) dan segala ketidak-kekalan segala yang dihasilkannya.
tetapi takdir manusia itu Nibanna.
sebab setiap orang memiliki hati keTuhanan, jiwa keTuhanan (hati Bodhi atau sunyata).
tetapi siapakah awam/umat yang (telah) dapat menyadari keleluasan dan kebebasan/kemerdekaan didalamnya,
sebab awam hanya (tahu) mengukur dari kekhayalan ketercekatan aku atta dirinya sendiri saja, bukan yang sejati,
hanya dipandang dari ukuran kewujudan saja (duniawi), sehingga yang ada adalah dualisme (kewujudan (ada dan tiada/ketidak-kekalan)) saja, bukan kesempurnaan,
sehingga semuanya hanyalah masih spekulasi kekhayalan diri saja (katanya-katanya saja), bukan kepastian kebenaran (sejati).
mereka yang sudah melihat takdirnya tidak lagi direpotkan oleh fenomena, sebab mereka tahu 'bukan itu' (lagi) kehidupan mereka.
so, karma bagi (segala) duniawi, bukan mereka yang tercerahkan.

Senin, 09 November 2009

Segala sesuatu ( dharma ) bercorak sunyata

Mengapa guru Buddha (perlu) mengajarkan hal ini (pengajaran-pengajaran),
sedangkan pada sutra (prajnaparamita hridaya) tertulis antara lain …. :
'Duhai Sariputra, rupa (bentuk jasmani) adalah kekosongan (sunyata) dan sunyata itu rupa; sunyata tidak berbeda dari rupa, rupa juga tidak berbeda dari sunyata; rupa apapun juga, itulah sunyata; sunyata apapun juga, itulah rupa. Ini pun berlaku bagi vedana (perasaan), samjna (pencerapan), samskara (bentuk-bentuk mental), dan Vijnana (kesadaran).

Disinilah, duhai Sariputra, segala sesuatu (dharma) bercorak sunyata; mereka tak muncul, juga tak berakhir; tidak kotor. juga tidak murni bersih, tidak kurang, tidak lengkap/bertambah.

Maka itu, duhai Sariputra, dimana terdapat sunyata, di situ tiada rupa, tiada vedana, tiada samjna, tiada samskara, tiada vijnana; tiada mata, telinga, hidung, lidah, badan, dan bathin; tiada bentuk-bentuk suara-suara, bau-bauan, rasa-rasa, sentuhan-sentuhan, bentuk-bentuk pikiran; tiada unsur (dhatu) penglihatan dan selanjutnya, hingga kita tiba pada tiada unsur kesadaran (vijnana-dhatu); tiada kegelapan bathin (avidya), tiada akhir kegelapan bathin dan seterusnya, hingga kita sampai pada tiada hari tua dan kematian, tiada akhir hari tua dan kematian; tiada derita (dukha), tiada asal mula derita (dukkha-samudaya), tiada akhir derita (dukha-nirodha), tiada jalan (marga), tiada pengetahuan (jhana), tiada pencapaian dan tiada bukan pencapaian.
'

Masalahnya adalah :
pandangan terang, tetapi kita melihat dengan (melekat kepada) kacamata yang gelap (keakuan khayal atta diri yang anatta).